MARKET REVIEW :: NEWS :: ANNOUNCEMENT  
   
Market Report Rabu, 26 Maret 2008
26 March 2008 

Dollar melanjutkan tren melemahnya lebih awal dari prediksi semula, tertekan oleh lemahnya data perekonomian AS. Dari data yang dirilis semalam, indeks Consumer Confidence turun hingga catatan terendah dalam 5 tahun sementara indeks harga-harga rumah turun lebih dari 10 persen.

Meski menunjukkan peningkatan pada Existing Home Sales, sektor perumahan AS masih sangat lemah. Terpuruknya sektor perumahan AS berarti tambahan masalah bagi perekonomian AS dan dollar karena konsumen kini mesti berhadapan dengan tiga masalah besar berupa turunnya nilai market rumah, melemahnya sektor ketenagakerjaan sekaligus naiknya harga-harga. Jika sektor perumahan AS kian terpuruk, Federal Reserve tidak memiliki pilihan lain kecuali mempercepat siklus pemangkasan suku bunganya.

Hingga akhir sesi perdagangan market New York, euro terpantau di kisaran 1.5628 terhadap dollar, menguat sekitar 1,3 persen dari level pembukaan. Dengan demikian, euro terhitung terkoreksi sekitar 1,9 persen dari catatan tertinggi dalam sejarah yang disentuh pekan lalu, namun masih terhitung menguat sekitar 6,8 persen dari level awal tahun.

Terhadap yen, dollar diperdagangkan melemah 0,6 persen di kisaran 99.98. Demikian pula terhadap franc Swiss, dollar ditutup melemah sekitar 1,2 persen di 1.0066.

Poundsterling sementara itu, ditutup menguat sekitar 0,9 persen di kisaran 2.0047 terhadap dollar.

Sebagaimana diulas sebelumnya, minggu lalu dollar melemah hingga rekor baru dalam sejarah versus euro dan franc Swiss franc, serta jatuh ke catatan terendah baru dalam 13 tahun terhadap yen, setelah tersiarnya kabar pengambil-alihan Bear Stearns dengan harga yang sangat rendah. Berita tersebut memicu kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan besar sejenis akan juga menjadi korban krisis finansial.

Namun, gelombang aksi ambil-untung (profit-taking) menjelang libur panjang Paskah mampu menggiring dollar berbalik menguat. Dollar kemudian berlanjut menguat seiring dengan dinaikkannya harga penawaran pembelian Bear Sterns sebesar lima kali lipat dari harga penawaran semula oleh JPMorgan Chase.

Turut membantu penguatan dollar minggu kemarin adalah data yang menunjukkan meningkatnya angka penjualan rumah bekas tinggal (Existing Home Sales) AS.

Namun, keraguan atas gambaran secara keseluruhan perekonomian AS memaksa para pemodal kembali melakukan aksi jual dollar.

   
     

 

   PT. ASIA KAPITALINDO KOMODITI BERJANGKA