MARKET REVIEW :: NEWS :: ANNOUNCEMENT  
   
Market Report Kamis, 03 April 2008
03 April 2008 

Dollar melemah terhadap hampir semua mata uang utama dunia pada sesi perdagangan Rabu setelah dalam testimoninya di depan Kongres semalam, Chairman Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan bahwa perekonomian AS terancam resesi pada semester pertama 2008. Pernyataan tersebut membawa market pada kesimpulan bahwa bank sentral AS akan memangkas tingkat suku bunganya lagi.

Fed Fund futures sementara ini menunjukkan peluang sekitar 90 persen tingkat suku bunga Fed akan dipangkas sebesar 25 basis poin pada akhir bulan ini.

Laporan lain menunjukkan indeks ketenagakerjaan ADP meningkat pada bulan Maret, mengindikasikan membaiknya angka aktual Non-Farm Payrolls yang baru akan dirilis Jumat besok. Namun, perlu dicatat bahwa laporan ADP cenderung kurang akurat dalam memberikan gambaran awal mengenai performa NFP. Sementara Challenger Layoffs melaporkan peningkatan sebesar 9,4 persen.

Mengenai inflasi sendiri, Bernanke mengatakan bahwa meskipun masih mengkhawatirkan, inflasi akan mereda. Pernyataan tersebut berarti bahwa sementara ini Fed lebih fokus pada usaha mendongkrak pertumbuhan ekonomi dibanding mengatasi masalah inflasi.

Pernyataan-pernyataan Bernanke membawa euro ditutup menguat hingga 1.5685 terhadap dollar, menguat sekitar 0,4 persen dari level pembukaan.

Poundsterling juga ditutup menguat sekitar 0,6 persen di kisaran 1.9887 terhadap dollar. Demikian pula dollar Australia, berhasil membukukan gain sekitar 0,7 persen dengan ditutup di kisaran 0.9141 terhadap dollar AS.

Hanya terhadap yen Jepang, dollar masih mampu melanjutkan penguatannya. Ditutup di kisaran 102.30, dollar terhitung menguat sekitar 0,6 persen dari catatan pembukaan. Hal ini mengindikasikan minat market untuk berinvestasi belum sepenuhnya kembali meski memang meningkat dibandingkan sebelumnya.

   
     

 

   PT. ASIA KAPITALINDO KOMODITI BERJANGKA