| |
|
Market Report Selasa, 08 April 2008
08 April 2008
Dollar menguat terhadap mata uang utama dunia lainnya pada sesi perdagangan Senin kemarin seiring dengan stabilnya pasar finansial yang mendongkrak optimisme bahwa krisis finansial mulai berakhir. Optimisme tersebut memicu minat para pemodal untuk berinvestasi pada aset-aset yang lebih beresiko.
Para analis menilai, dollar juga mendapat sedikit support dengan enggannya para pelaku pasar membeli euro menjelang rapat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) Kamis ini dan pertemuan negara-negara anggota G7 akhir pekan nanti. Menjelang kedua even penting tersebut, mata uang utama dunia diprediksikan akan diperdagangkan dalam rentang sempit.
Meski sentimen terhadap dollar membaik, kekhawatiran mengenai kondisi perekonomian AS secara keseluruhan belumlah pudar, sehingga membatasi gain dollar. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, data Jumat lalu menunjukkan perekonomian AS kembali memangkas tenaga kerja pada bulan Maret, kali ke tiga dalam tiga bulan terakhir berturut-turut.
Hingga akhir sesi perdagangan market New York, euro terpantau di kisaran 1.5703 terhadap dollar, melemah sekitar 0,2 persen dari level pembukaan. Kuatnya data perekonomian yang dirilis kemarin tidak mampu mengangkat euro terhadap dollar. Industrial Production Jerman meningkat 0,4 persen pada bulan Februari, konfidensi para pemodal pun meningkat dengan indeks hasil survai Sentix meningkat menjadi 4,15 pada bulan April dari 0,4 pada bulan Maret sebelumnya.
Sementara itu, franc Swiss tidak menunjukkan reaksi signifikan atas laporan ketenagakerjaan yang sedikit membaik dari data yang dirilis kemarin. Hal ini bisa jadi karena pernyataan gubernur Bank Sentral Swiss (SNB) tentang tekanan inflasi. Gubernur SNB Jean-Pierre Roth kemarin mengindikasikan bahwa kuatnya franc Swiss atas dollar dapat menjaga tekanan inflasi tetap terkendali.
Terhadap franc Swiss, dollar ditutup menguat 0,7 persen di kisaran 1.0129.
Demikian pula terhadap yen Jepang, dollar ditutup menguat sekitar 0,7 persen di 102.36 setelah sebelumnya sempat menguat hingga kisaran tertinggi 102.84. Gain dollar terhadap yen juga dipicu oleh berita bahwa dana pensiun Jepang membeli aset-aset luar negeri seiring dengan dimulainya tahun finansial baru.
Diberitakan pula bahwa pemerintah Jepang mulai mendapatkan titik terang mengenai gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) yang baru. Kandidat terakhir adalah Masaaki Shirakawa, gubernur sementara BoJ saat ini. Ada peluang cukup besar bahwa Shirakawa akan mendapat restu dari baik Liberal Democratic Party maupun Democratic Party of Japan, dua partai utama Jepang.
Sementara itu, poundsterling diperdagangkan di kisaran 1.9882 terhadap dollar pada akhir sesi, melemah sekitar 0,2 persen dari level pembukaan. Poundsterling berlanjut tertekan oleh kekhawatiran akan kondisi sektor perumahan Inggris. |
|
|