| |
|
Fokus Market Rabu, 16 April 2008
16 April 2008
Data perekonomian AS yang akan dirilis Malam ini diperkirakan akan mengindikasikan bahwa perekonomian menghadapi salah satu ketakutan utama yaitu stagflasi. Dalam hal ini, market sebenarnya sudah tahu betul bahwa pertumbuhan ekonomi melambat drastis, dan lonjakan angka indeks harga produsen Selasa kemarin hanyalah mencerminkan melonjaknya biaya pada sisi produksi. Namun apakah lonjakan biaya tersebut juga menular ke sisi konsumen? Jawabannya mungkin bisa didapatkan dari data CPI AS yang akan dirilis Malam ini.
Indeks harga konsumen AS untuk bulan Maret diharapkan meningkat 0,4 persen dengan laju pertumbuhan tahunan 4,0 persen. Peningkatan terbesar kemungkinan besar disumbangkan naiknya harga makanan dan energi. Meski demikian, core CPI (CPI tanpa menghitung komponen makanan dan energi) juga diperkirakan meningkat 0,2 persen.
Kejutan baik naik maupun turun pada CPI bisa memicu respon signifikan para pelaku pasar. Jika CPI mengindikasikan bahwa Fed akan tidak seberapa agresif memangkas suku bunganya, dollar berpeluang rebound. Sebaliknya, jika CPI lebih rendah dari ekspektasi, market akan menerjemahkannya sebagai lampu hijau bagi Fed untuk terus secara agresif memangkas suku bunganya, sentimen bearish bagi dollar.
Namun, jika CPI menunjukkan angka aktual sesuai dengan ekspektasi market, respon market akan tertunda hingga dirilisnya laporan Beige Book Federal Reserve pada 01:00 Kamis Dini hari WIB. Sebagai rangkuman kondisi perekonomian dari seluruh 12 distrik Fed, laporan tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk penting mengenai bagaimana keputusan FOMC pada rapat kebijakan moneter berikutnya akhir April nanti. Beberapa detil yang perlu disimak adalah ketenagakerjaan, konsumsi, dan tentunya inflasi. |
|
|