MARKET REVIEW :: NEWS :: ANNOUNCEMENT  
   
Fokus Market Kamis, 24 April 2008
24 April 2008 

Dari data yang dirilis sebelumnya market telah mendapat gambaran tentang membaiknya sektor perumahan AS. Karena itu, wajar jika berharap data New Home Sales AS nanti Malam juga akan menunjukkan perkembangan positif. Sementara Durable Goods Orders diprediksikan meningkat tipis dari bulan lalu, tertahan penurunan order pesawat Boeing pada bulan Maret.

Jika data-data tersebut menunjukkan angka-angka aktual yang lebih rendah dari ekspektasi market, akan semakin bertambah bukti bahwa perekonomian AS kian dekat dengan resesi. Meski demikian perlu dicatat bahwa data-data tersebut tidak akan banyak berpengaruh bagi rapat kebijakan suku bunga Federal Reserve akhir April nanti. Meningkatnya tekanan inflasi kemungkinan besar akan mencegah Fed memangkas suku bunganya secara agresif lebih dari 25 basis poin. Sebaliknya, peningkatan data melebihi ekspektasi akan memperbesar peluang dipertahankannya tingkat suku bunga pada level 2,25 persen.

Di lain pihak, untuk Zona Euro, indeks konfidensi dunia usaha Jerman diprediksikan melemah cukup signifikan. Ditambah dengan gagalnya euro menambah gain usai menembus level 1.60 terhadap dollar, tidak mengejutkan jika euro akan berlanjut terkoreksi hari ini. Tanda-tanda melemahnya perekonomian Zona Euro mulai muncul dengan sendirinya. Meskipun PMI sektor jasa membaik pada bulan ini, tidak demikian halnya dengan PMI sektor manufaktur yang justru menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa indeks IFO Jerman yang akan dirilis pukul 15:00 WIB Sore nanti juga akan mengalami penurunan. Penurunan yang signifikan akan menjadi alasan yang tepat untuk menggiring euro berlanjut melemah.

Juga perlu untuk disimak hari ini adalah Inggris dengan data Retail Sales-nya. Melemahnya perekonomian Inggris menjadi beban tersendiri bagi konsumen. Performa Retail Sales nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana Bank sentral Inggris menyikapi masalah-masalah perekonomiannya. Sementara ini, dari minutes yang dirilis kemarin, BoE terkesan mengkhawatirkan semua dari pertumbuhan ekonomi, krisis kredit hingga inflasi.

   
     

 

   PT. ASIA KAPITALINDO KOMODITI BERJANGKA