| |
|
Market Report Selasa, 29 April 2008
29 April 2008
Menjelang jadwal rilis data-data penting perekonomian dan pengumuman keputusan suku bunga FOMC, dollar melemah terhadap mata uang utama dunia lainnya pada sesi perdagangan Senin kemarin, mengakhiri tiga hari penguatan berturut-turut. Market kini dalam fase konsolidasi menunggu pemicu dari baik pernyataan-pernyataan yang menyertai pengumuman keputusan FOMC maupun laporan pertumbuhan kuartal pertama AS yang akan dirilis Rabu besok.
FOMC, komisi yang berwenang menentukan tingkat suku bunga Federal Reserve, diharapkan memangkas suku bunga benchmark-nya sebesar 25 basis poin atau seperempat poin persentase menjadi 2,00 persen. Sebagian pelaku pasar bahkan mengantisipasi kemungkinan FOMC akan mempertahankan tingkat suku bunganya pada level 2,25 persen kali ini.
Hingga akhir sesi perdagangan market New York Senin, euro terpantau diperdagangkan di kisaran 1.5650 terhadap dollar, menguat sekitar 0,2 persen dari level pembukaan. Komentar yang dilontarkan para pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) yang mengingatkan kembali mengenai perluanya mewaspadai laju tekanan inflasi memberikan tambahan support bagi euro kemarin.
Sebagaimana diketahui, sejak menyentuh rekor tertinggi dengan menembus level 1.60 untuk pertama kalinya sejak diluncurkannya mata uang tunggal Eropa tersebut pada tahun 1999, euro di bawah tekanan jual seiring dengan bergesernya kecenderungan baik Federal Reserve maupun ECB mengenai kebijakan moneternya. Dengan meningkatnya tekanan inflasi, Fed menghadapi meningkatnya pula tekanan untuk menghentikan siklus pemangkasan suku bunganya. Sebaliknya, dengan indikasi mulai memburuknya kondisi perekonomian dan melambatnya pertumbuhan Zona Euro, ECB pun mulai mempertimbangkan untuk memangkas suku bunganya.
Meski demikian, dalam pernyataannya kemarin, Gubernur ECB Jean-Claude Trichet dan anggota Dewan Gubernur Yves Mersch mengatakan bahwa harga-harga masih beresiko melonjak. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ECB belum siap untuk mulai memangkas suku bunganya dalam waktu dekat. Sementara data-data Jerman yang dirilis kemarin mendukung pernyataan para pejabat ECB tersebut. CPI Jerman turun 0,2 persen pada bulan April sedangkan Consumer Confidence meningkat menjadi 5,9 untuk bulan Mei.
Terhadap yen Jepang, dollar sempat berlanjut menguat hingga kisaran 104.81 sebelum kemudian terkoreksi dan ditutup melemah 0,3 persen di kisaran 104.19 pada akhir sesi. Pergerakan saham-saham AS menjadi faktor utama penggerak dollar terhadap yen kemarin.
Poundsterling sementara itu, ditutup menguat sekitar 0,4 persen di kisaran 1.9906 terhadap dollar. Pengutaan poundsterling kemarin sebagian dipicu oleh berita bahwa HBOS bisa mengumpulkan sekitar 4 milyar poundsterling dalam hak emisinya. Dengan ancaman mengalami kerugian sekitar 3 milyar poundsterling, berita tersebut menjadi angin segar bagi market.
Demikian pula dollar Australia, berhasil membukukan gain sekitar 0,4 persen dengan ditutup di kisaran 0.9380 terhadap dollar AS. |
|
|