| |
|
Market Report Jumat, 09 Mei 2008
09 May 2008
Euro bangkit dari level terendah dua bulan terhadap dollar pada sesi perdagangan Kamis. Sebagaimana ekspektasi market, Bank Sentral Eropa (ECB) kemarin memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunganya pada level 4,00 persen. Tidak hanya itu, keputusan tersebut dibarengi pernyataan Gubernur ECB Jean-Claude Trichet yang mengindikasikan bahwa ECB masih tetap lebih fokus pada masalah inflasi.
Berbicara pada konferensi pers seusai rapat kebijakan moneter, Trichet mengatakan bahwa bank sentral mesti memastikan inflasi akan bersifat sementara meskipun mengakui adanya ancaman melambatnya pertumbuhan ekonomi Zona Euro.
Keputusan ECB tersebut sejalan dengan keputusan Bank Sentral Inggris (BoE) sebelumnya yang juga mempertahankan tingkat suku bunganya pada level 5,00 persen.
Dengan pernyataan tersebut, Trichet memberikan sinyalemen bahwa ECB belum akan memangkas suku bunganya dalam waktu dekat sebagaimana yang dikhawatirkan market selama ini. Meski indikator-indikator pertumbuhan dan inflasi menunjukkan penurunan-penurunan, kadar hawkish ECB tidak berubah.
Terhadap dollar, euro ditutup menguat tipis 0,03 persen di kisaran 1.5402. Sebelumnya, euro sempat jatuh hingga kisaran terendah dua bulan di kisaran 1.5282 terhadap dollar. Melemahnya euro merupakan dampak dari mengecewakannya data aktivitas perdagangan dan manufaktur Jerman. Industrial Production Jerman untuk bulan Maret terkontraksi 0,5 persen.
Mata uang tunggal Eropa tersebut terpantau melemah dalam beberapa pekan terakhir seiring dengan memburuknya data–data perekonomian yang mengikis persepsi tentang kokohnya perekonomian Zona Euro dan prospek dinaikkannya tingkat suku bunga. ECB menghadapi dilema melonjaknya harga-harga minyak dan bahan makanan di tengah melambatnya pertumbuhan.
Sebelum konferensi pers Trichet, euro juga sempat melemah karena berita dari Financial Times mengenai pejabat-pejabat AS dan Eropa yang tidak disebutkan secara spesifik, dikutip menginginkan dollar menguat. Pejabat Uni Eropa kemudian mengklarifikasi berita tersebut dengan mengatakan tidak ada kontak-kontak di level atas yang menyinggung hal tersebut.
Gain tipis juga tercatat untuk poundsterling terhadap dollar. Menyusul keputusan dipertahankannya tingkat suku bunga BoE, poundsterling ditutup menguat tipis sekitar 0,04 persen di 1.9547 terhadap dollar. Meski demikian, para analis meyakini BoE akan segera memangkas suku bunganya untuk merespon melambat tajamnya perekonomian Inggris. Petunjuk mengenai hal ini akan bisa didapatkan dari publikasi minutes BoE tanggal 21 Mei mendatang, di mana paling tidak satu atau dua anggota komisi kebijakan akan terungkap mengusulkan untuk memangkas suku bunga pada rapat kebijakan kemarin.
Sementara itu, terhadap yen Jepang dan franc Swiss, dollar ditutup melemah masing-masing 0,8 persen dan 0,4 persen di kisaran 103.77 dan 1.0505. Dalam hal ini, melemahnya dollar turut disebabkan faktor likuidasi carry trade. |
|
|