| |
|
Market Report Rabu, 28 Mei 2008
28 May 2008
Cukup padat kalender ekonomi AS kemarin. Meski demikian, solidnya dinding penggerak market negatif tidak mampu menahan rebound dollar. Kembalinya volatilitas AS dari akhir pekan panjang memungkinkan para pelaku pasar mengevaluasi kembali pergerakan anti dollar minggu lalu.
Dari data-data perekonomian AS yang dirilis kemarin, fundamental jelas menguji proyeksi optimis Federal Reserve mengenai rebound aktivitas perekonomian pada semester ke dua tahun ini. Di antara beberapa data penting, yang terutama adalah indeks Consumer Confidence bulan Mei dari Conference Board.
Para pakar ekonomi sebelumnya memprediksi akan ada penurunan signifikan pada data tersebut menyusul turunnya indeks Consumer Confidence dari the University of Michigan yang menyentuh rekor terendah dalam 26 tahun. Akan tetapi, indeks Conference Board lebih mengejutkan lagi dengan penurunan melebihi perkiraan menjadi 57.2 yang merupakan angka indeks terendah sejak Oktober 1992. Lebih dari itu, rakyat Amerika menjadi lebih pesimis mengenai tren ketenagakerjaan dan penghasilan, yang pada gilirannya nanti menjadi pertimbangan utama dalam melakukan pembelian-pembelian berskala besar. Padahal, untuk menghindari periode pertumbuhan negatif yang berkepanjangan, sangat tergantung pada daya beli konsumen.
Dari data lainnya, indeks aktivitas manufaktur Richmond Fed mengikuti jejak indeks New York dan Philadelphia Fed yang dirilis terlebih dulu dengan turun kembali ke teritori kontraksioner. Sementara indeks harga rumah S&P/Case-Shiller menunjukkan angka-angka yang bertentangan dengan data New Home Sales.
Di lain pihak, data-data Eropa menambah kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian Zona Euro. Demand atas mata uang tunggal Eropa mulai berkurang setelah indeks GfK Jerman mengindikasikan penurunan optimisme konsumen pada bulan Juni akibat naiknya tekanan inflasi. Data tersebut memicu keraguan tentang apakah Bank Sentral Eropa (ECB) akan mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunganya demi mengendalikan tekanan inflasi tahun ini.
Terhadap dollar, euro ditutup melemah 0,6 persen di kisaran 1.5678. Terkoreksinya harga minyak dari rekor tertingi dalam sejarah turut memberikan support bagi dollar.
Dollar juga terpantau menguat versus poundsterling. Konsolidasi poundsterling dalam beberapa hari belakangan akhirnya memicu aksi jual seiring dengan kembali aktifnya market Inggris dan AS. Poundsterling ditutup melemah sekitar 0,3 persen dengan ditutup di kisaran 1.9745 terhadap dollar.
Sementara itu, yen Jepang melemah terhadap mata uang utama dunia lainnya, termasuk versus dollar. Kembali munculnya minat investasi pada aset-aset beresiko tinggi memaksa yen terkoreksi sekitar 0,8 persen dari level pembukaan dengan ditutup di kisaran 104.25 versus dollar.
Demikian pula terhadap franc Swiss, dollar berhasil membukukan gain sekitar satu persen di kisaran 1.0344. |
|
|